Ulama Aceh Larang Konser Musik Kecuali yang Bernuansa Islami
Wakil Ketua MPU Aceh Barat Ahmad RivaiTerkait
Majelis
Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat mengapresiasi kebijakan Bupati
Aceh Barat Teuku Alaidinsyah yang melarang konser musik di Bumi Teuku
Umar tersebut. MPU sendiri sudah mengeluarkan rekomendasi larangan
konser musik di Kabupaten Aceh Barat sejak tahun 2010 lalu.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Bupati, karena rekomendasi larangan konser musik itu telah kami keluarkan sejak tahun 2010 lalu, dan bupati sejak awal sudah komit selalu berdiri di belakang ulama,” kata Wakil Ketua MPU Aceh Barat Ahmad Rivai kepada wartawan, Kamis (7/4/2016).
baca: Terima Masukan Ulama, Wali Kota Lhokseumawe Larang Konser Artis Lokal
Seperti diberitakan, konser artis lokal Aceh, Bergek, pada Minggu (3/4/2016) lalu di Lapangan Cut Nyak Dhien Kaway XVI, batal dilaksanakan karena tidak memeroleh izin dari kalangan ulama setempat.
“Larangan konser musik dari ulama bukan hanya untuk konser bergek saja, tapi untuk semua konser musik yang tidak bernuansa islami,” katanya.
Larangan konser musik direkomendasikan oleh ulama di Aceh Barat ini menurut Ahmad, bukan bertujuan untuk mematikan dunia seni. Pihaknya mempersilakan para seniman untuk menghidupkan kesenian tradisional yang bernuansa islami seperti nasyid dan rebana.
“Silakan kita hidupkan kembali seni tradisional Aceh yang bernuansa Islami, karena seni kan tidak hanya seperti grup band yang ada sekarang,“ katanya.
Ia menyebutkan, pelarangan konser musik di Aceh Barat karena dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam yang berlaku.
“Konser musik indentik dengan hura-hura, perbauran antara laki-laki dan perempuan. Yang terjadi selama ini kan seperti itu,” ujarnya. (KOMPAS.com)
“Kami sangat mengapresiasi langkah Bupati, karena rekomendasi larangan konser musik itu telah kami keluarkan sejak tahun 2010 lalu, dan bupati sejak awal sudah komit selalu berdiri di belakang ulama,” kata Wakil Ketua MPU Aceh Barat Ahmad Rivai kepada wartawan, Kamis (7/4/2016).
baca: Terima Masukan Ulama, Wali Kota Lhokseumawe Larang Konser Artis Lokal
Seperti diberitakan, konser artis lokal Aceh, Bergek, pada Minggu (3/4/2016) lalu di Lapangan Cut Nyak Dhien Kaway XVI, batal dilaksanakan karena tidak memeroleh izin dari kalangan ulama setempat.
“Larangan konser musik dari ulama bukan hanya untuk konser bergek saja, tapi untuk semua konser musik yang tidak bernuansa islami,” katanya.
Larangan konser musik direkomendasikan oleh ulama di Aceh Barat ini menurut Ahmad, bukan bertujuan untuk mematikan dunia seni. Pihaknya mempersilakan para seniman untuk menghidupkan kesenian tradisional yang bernuansa islami seperti nasyid dan rebana.
“Silakan kita hidupkan kembali seni tradisional Aceh yang bernuansa Islami, karena seni kan tidak hanya seperti grup band yang ada sekarang,“ katanya.
Ia menyebutkan, pelarangan konser musik di Aceh Barat karena dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam yang berlaku.
“Konser musik indentik dengan hura-hura, perbauran antara laki-laki dan perempuan. Yang terjadi selama ini kan seperti itu,” ujarnya. (KOMPAS.com)
Komentar
Posting Komentar