Oleh Nugroho Al Fakir Banyak orang masih meyakini adanya hari baik dan hari sial (naas). Sampai-sampai, banyak di antara mereka menghitung-hitung manakala hendak bepergian, melaksanakan hajat menikahkan anak atau semisalnya. Sepertinya mereka meyakini bahwa ada hari-hari tertentu sebagai hari naas. Bahkan, ada yang sampai menghindari hari atau bulan tertentu untuk bepergian atau menyelenggarakan pesta perkawinan. Padahal, waktu atau zaman hanyalah wadah atau penanda agar kita mampu mengingatkan sejumlah peristiwa yang pernah terjadi dalam mata rantai dan perjalanan kehidupan di muka bumi ini. Sementara peristiwa, kejadian dan musibah yang menimpa seseorang sudah tertulis di sisi Allah Ta’ala. Allah tidak menciptakan waktu baik dan waktu sial. Sebenarnya menisbatkan nasib naas atau nasib baik kepada waktu bukanlah semata-mata terjadi pada masa sekarang. Imam Al-Baghowiy rahimahullah berkata, “Sabda Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam , ‘janganlah seseorang mangatakan: ‘Wah, cel...
Komentar
Posting Komentar