Postingan

Menampilkan postingan dengan label iktibar

sisi lain perjalanan mualaf yang masuk Islam karena menikah

Gambar
Namaku Erlina, aku ingin berbagi cerita kepada saudariku muslimah, bukan untuk mengajarkan tentang fiqih atau hadits atau hal lainnya yang mungkin ukhti muslimah telah jauh lebih dulu mengetahuinya daripada aku sendiri. Karena di masa lalu, aku beragama Kristen… Sejak kecil aku beserta kedua adikku dididik secara kristen oleh kedua orangtuaku, bahkan aku telah dibaptis ketika masih berumur 3 bulan dan saat berusia 18 tahun aku telah menjalani sidhi, yaitu pengakuan setelah seseorang dewasa tentang kepercayaan akan iman kristen di depan jemaat gereja. Aku juga selalu membaca Alkitab dan membaca buku renungan –semacam buku kumpulan khotbah– bersama keluargaku di malam hari. Seluruh keluargaku beragama Kristen dan termasuk yang cukup taat dan aktif. Bahkan dari keluarga besar ayah, seluruhnya beragama Kristen dan sangat aktif di gereja sehingga menjadi pemuka dan pengurus gereja. Sedang dari keluarga ibu, nenekku dulunya beragama Islam, namun kemudian beralih menjadi Katholik. Sej...

Sengsara Karena Utang

Aku seorang ibu rumah tangga beranak tiga orang, sebenarnya kehidupan ekonomiku cukup lumayan, bahkan aku dan suami bisa sedikit-sedikit menabung juga membeli tanah beserta rumah. Mumpung anak-anak masih kecil, suami benar-benar memintaku mengelola keuangan dengan baik. Hingga suatu hari, kami kedatangan tetangga baru di komplek rumah. Ia berprofesi sebagai pedagang kreditan, kredit apa saja dilayani. Yang kudengar dari ibu-ibu kompleks sih aneka furniture, alat-alat rumah tangga, perhiasan, motor juga uang. Aku bayangkan pasti modalnya cukup besar, ia melayani kredit harian, pekan, juga bulanan. Bawaannya yang ramah dan supel membuatnya cepat punya pelanggan, tapi aku sama sekali tak tertarik seperti kebanyakan ibu-ibu di kompleks. Selain aku tak berminat, suami juga melarangku untuk kredit seperti itu. “ Kalau ada rezeki lebih baik beli kontan, nggak kepikiran dan nggak nanggung hutang, umur siapa yang tahu bu?! “ Kupikir benar juga kata suami, dan lagi para ibu-ibu di ...

Hidayah datang dari arah yang tak terduga!

Gambar
Waktu hari rabu, 12 Januari 2011, dosenku masuk ke ruangan kerja. Biasanya ibu kalo ke ruanganku karena ingin  sharing  berita atau cerita apapun atau minta tolong mengerjakan sesuatu. Hari itu ibu datang sambil menunjukkan 1 buah tas kerja gede yang aku kira isinya kumpulan dokumen penting… eehh,,ternyata isinya folder-folder dokumen kosong yang bisa diberdayakan untuk menyimpan dokumen-dokumen penting yang ada di ruanganku. Kemudian, ibu mengeluarkan satu buah buku dari tas itu. Bukunya tebel, disimpan dalam plastik. Sambil menunjukkan bukunya, ibu bilang kalau buku ini buat aku. Begitu liat judul bukunya……… “haaaaaaaa,,subhanallah, astaghfirullah, eh, masya Allah! (bingung mau bilang apa! Jadi kesebut ajah semuanya )” bukunya berjudul….. Ibu dosen: “aku bingung bukunya mau dikemanain. Dulu aku dapet buku ini dari temenku. Waktu aku belum lama pulang dari sekolah di luar, aku kepingin tau gimana sih wanita agamamu di Indonesia.. trus temenku ngasih ...

Mengenang Sudomo: Merasa Terlahir Kembali di Usia 75 Tahun

Gambar
Edi Yusup/Republika Sudomo Lebih tenang dan khusyuk. Itulah yang dirasakan Laksamana TNI (Purn) Sudomo di hari tuanya. Di usianya yang ke-75, mantan Pangkopkamtib di era Soeharto justru menemukan hidupnya. ''Kalau orang lain berkata hidup dimulai umur 40 tahun, saya justru mulai umur 75 tahun,'' kata Sudomo saat ditemui di kediamannya yang sejuk di Pondok Indah, Jakarta, beberapa waktu lalu. Bukan tanpa alasan bila penggemar olahraga golf ini berkata demikian. Dia mengaku hampir sebagian besar usianya dilalui dengan gundah dan gelisah. Salah satu penyebabnya karena sosok yang menghabiskan sebagian besar umurnya - 53 tahun di pemerintahan dengan berbagai jabatan -sebagai umaro ini pernah murtad. Itu semua menjadi penyebab jauhnya ketenangan dari hidupnya. ''Terus terang saja dan bukan rahasia umum, saya dulu kan murtad,'' kata Sudomo sambil tertawa. ''Dan celakanya semua itu saya lakukan tanpa pikir panjang dan memberi tahu orang ...

Masya Allah, Usai Purna Tugas, Para Jenderal Polisi ini Memilih jadi Muballigh

Gambar
 Mubaligh  Derry Sulaiman  mengunggah sebuah video di akun Facebook pribadinya,senin (14/11/2016), yang menampilkan mantan anggota kepolisian bernama Komjen Pol Anton Bachrul Alam . Berbeda dengan penampilan saat menjabat sebagai anggota kepolisian, Anton saat ini berpenampilan lebih religius dengan mengenakan gamis, sorban dan menjalankan Sunnah Rasulullah dengan memelihara jenggot. Dilansir dari  Islamedia , dalam video berdurasi 12:47 menit tersebut, Anton diminta oleh Derry untuk menyampaikan nasihat kepada para generasi muda, khususnya bagi anggota kepolisian. Anton kemudian menjelaskan bahwa agar generasi muda kepolisian memiliki kualitas yang bagus maka harus mencontoh Rasulullah Sholallohu ‘alaihi wasallah, yaitu dengan membangun manusianya.

Kisah Hidayah seorang polisi mendapatkan hidayah setelah melihat sebuah kecelakaan

Gambar
Berbicara tentang hidayah berarti membahas perkara yang paling penting dan kebutuhan yang paling besar dalam kehidupan manusia. Betapa tidak, hidayah adalah sebab utama keselamatan dan kebaikan hidup manusia di dunia dan akhirat. Sehingga barangsiapa yang dimudahkan oleh Allah  Ta’ala  untuk meraihnya, maka sungguh dia telah meraih keberuntungan yang besar dan tidak akan ada seorangpun yang mampu mencelakakannya.

Zaman Semakin Gila, Hanya 1 Solusinya

ZAMAN sudah semakin gila, benarkah? Jika dilihat dari kasat mata, memang hal ini terjadi. Begitu banyak penyimpangan dan segala perbuatan yang bertentangan dengan syariat Islam. ZAMAN sudah semakin gila, benarkah? Jika dilihat dari kasat mata, memang hal ini terjadi. Begitu banyak penyimpangan dan segala perbuatan yang bertentangan dengan syariat Islam. Perbuatan dosa seakan menjadi hal biasa. Bahkan, banyak dari kita yang tidak lagi merasa malu mempertontonkan perbuatan dosa. Ironisnya, bukan hanya non Muslim yang melakukan hal ini. Umat Muslim pun banyak yang melakukannya. Padahal, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengutus Rasulullah ï·º sebagai orang yang menuntun pada jalan kebenaran. Tapi sayang, sepeninggalnya, banyak orang yang hilang arah. Hingga, perbuatan keji dan munkar terus merajalela.

Semua Berawal dari Niat

Gambar
Pelajaran berharga itulah yang saya dapatkan dari satu jam yang tak ternilai bersama Ibu Fenny Mustafa, pendiri “Shafira”  sekaligus pelopor rumah mode busana Muslimah pertama di Indonesia pada hari Jumat/ 12 Maret 2010 yang lalu. Dengan berbekal ketertarikan saya terhadap desain, terbersit keinginan untuk menjadikan Ibu dari dua orang putra ini sebagai salah satu  icon  untuk profil wirausaha sukses. Ditemui di salah satu Shafira House, Jl. Sulanjana No. 27, saya melihat sesosok yang sederhana, tapi memancarkan karakter yang kuat, dan satu jam yang singkat semakin menambah kekaguman saya pada sosok beliau.   “It is all about our decision.” 

3 Hal Yang Mulai Ditinggalkan Umat Islam

Gambar
Bismillah.. Ada tiga hal yang mulai ditinggalkan oleh umat Islam yaitu [1]: 1.  Penanggalan Hijriah 2.  Kemuliaan Hari Jumat 3.  Bahasa Arab 1. Penanggalan Hijriah [2] Penanggalan Hijriah mulai banyak dilupakan oleh umat muslim. Bahkan nama-nama dan urutan ke-12 bulan hijriah tersebut kadang masih sering lupa, jika dibandingkan dengan penanggalan Masehi. Padahal, Allah subhanahu wa ta'ala menyebutkan bulan-bulan yang berkaitan dengan ibadah, seperti puasa Ramadhan dan ibadah Haji, adalah dengan penanggalan Hijriah.

Jenazah Orang Punya Pesugihan Menjadi Tua Renta dan Keriput Serupa Kedebog Pohon Pisang *)

Di sepanjang jalan itu, seperti biasanya,  hiruk pikuk oleh lalu-lalang orang yang mengadakan transaksi ekonomi. Memang, di kanan kiri jalan itu banyak berjajar pertokoan. Macam-macam dagangannya, mulai dari mainan, kuliner hingga kebutuhan pokok sehari-hari. Sebab tempat tersebut termasuk tempat strategis untuk kegiatan berniaga. Namun di antara sekian toko itu, ada satu toko besar yang tampak lebih ramai dibandingkan dengan toko-toko lainnya. Spanduknya berukuran 5 x 1 m bertuliskan  “Toko Laili” . Barang dagangannya cukup banyak dan beragam. Di toko ini segala kebutuhan dasar sehari-hari tersedia.  Pagi-pagi sekali,   Toko Laili   sudah buka. Sebab, saat itulah masyarakat mulai sibuk beraktivitas. Pembeli mengalir tak henti-henti. Bahkan kadang mengantri cukup lama untuk mendapatkan giliran, padahal toko-toko sembako serupa tidak jauh dari tempat itu. Mereka menganggap di toko ini, apa yang mereka butuhkan tersedia sehingga sekali belan...

KISAH NYATA DARI BANJARNEGARA PULUHAN TAHUN LALU

Gambar
(Ayo share biar banyak yang dapat mengambil hikmah) Nuwun sedulur semua. Aku merinding membacanya. Astaghfirulla ah. Semoga negeri ini tidak ditenggelamkan oleh Allah SWT karena kecongkakan sebagian penduduknya… KISAH SEBUAH DESA YANG HILANG Membaca berita musibah tanah longsor di Karangkobar-Banjarnegara membuat kita semua prihatin dan bersedih. Sebanyak 105 KK terbenam seketika. Musibah ini mengingatkan kita semua, betapa ajal bisa datang kapan saja, tak terduga. Terlepas dari kurang perhatian ataupun kurang waspadanya pemerintah dalam menanggulangi musibah yang sudah memunculkan tanda-tanda sebelumnya ini,  kita seakan diajak untuk mengingat kembali kejadian puluhan tahun silam di Banjarnegara juga.  Sebuah musibah tentang terbenamnya Dukuh Legetang di tahun 1955. Dukuh Legetang adalah sebuah dukuh makmur yang terletak tak jauh dari dataran tinggi Dieng-Banjarnegara, sekitar 2 km di sebelah utaranya. Penduduknya cukup makmur. Mereka adalah para petani sukses. Mere...

Akhir Hidup Pendengki

Gambar
Ternyata, sang menteri melakukan itu secara makar dan karena rasa dengkinya. SHARE   TWEET   SHARE   EMAIL   COMMENTS MENURUT suatu riwayat, ada seorang laki-laki, seorang Arab Badui (pedalaman) datang menemui Amirul Mukminin, al-Mu’tashim Billah. Lalu kemudian orang ini mendapat tempat di hati Amirul Mukminin sehingga dijadikan sebagai orang kepercayaannya yang bisa keluar-masuk istana kapan saja tanpa perlu meminta izin. Di istana, rupanya ada seorang menteri yang suka dengki terhadap orang lain. Sasarannya kali ini adalah si orang Badui tersebut. Ia berkata dalam hatinya, “Jika aku tidak merancang bagaimana cara membunuh si Badui ini, pastilah ia akan semakin mendapat tempat di hati Amirul Mukmin dan menyingkirkanku.” Lalu dimulailah siasat liciknya dengan mendekati si orang Badui, bermanis-manis dengannya hingga mengajaknya bertandang ke kediamannya. Sesampainya di sana, ia menyediakan untuk tamunya, si orang Badui ini ma...